Setelah hadirnya generasi milenial yang disusul dengan generasi Z kini para balita yang lahir tahun 2010 disebut generasi alfa. Generasi Alfa adalah generasi yang sangat dekat dengan teknologi dan lebih terdidik dari yang sebelumnya. Menurut studi, meskipun generasi Alfa memiliki umur yang terbilang dini namun dapat mempengaruhi putaran dunia. Untuk itulah les anak pada generasi ini tidak bisa disamakan dengan generasi sebelumnya, simak beberapa ulasannya. Untuk Les buah hati Generasi Alfa di era Teknologi saat ini.


1. Kursus Robotik


Sebagai generasi di era teknologi, kursus robotik sangat cocok untuk generasi alfa. Apalagi generasi  saat ini nantinya akan akrab dengan sains, matematika, teknologi serta robot. Sehingga tidak salahnya jika si kecil sudah diperkenalkan sejak dini. Kursus robotik juga bisa melatih ketrampilan berfikir kreatif, ketrampilan memecahan masalah, ketrampilan sosial hingga melatih kesabara karena dalam robotik ada proses trial dan error.

Mungkin bagi beberapa orang tua, kursus yang seperti ini akan sangat memberatkan buah hati. Namun pada kenyataannya dalam pelaksanaan nantinya akan di sesuaikan dengan si buah hati.  Belajar robotik bisa dimulai dari usia taman kanak-kanak, SD bahkan hingga perguruan tinggi. Sebagai pembelajaran awal untuk anak akan diajak untuk mengembangkan aplikasi sederhana seperti dapat mengatur kecepatan pada kipas, alarm pencuri, atau robot yang digerakkan oleh cahaya.

Nantinya pelajaran akan bertahap sesuai dengan usia sang anak. Untuk pelajaran robotik akan berbasis pemograman di beberapa aplikasi. Dan alat yang diciptakannya akan jauh lebih canggih dari yang sebelumnya. Pada saat ini sudah banyak lembaga-lembaga pendidikan yang targetkan untuk belajar robotik. Jika anak anda anda memiliki ketertarikan pada pembelajaran ini tidak ada salahnya untuk mengikuti les anak satu ini.

2. Kursus Cooding


 Kursus cooding bisa menjadi pilihan selanjutnya untuk kursus anak yang lahir sebagai generasi A atau Alfa. Generasi ini memang dikelilingi oleh smarphone, situs web, permainan video hingga robot. Memperkenalkan pengkodean program komputer akan membuat buah hati anda lebih tahu bagaimana teknologi digital bekerja. Tentu saja anak-anak akan tahu bahwa dibalik teknologi tersebut bukan sihir dan mereka pun bisa membuatnya.

Manfaat belajar tentang pemrograman adalah dapat membantu si kecil berpikir lebih baik, memperluas daya pikir dan menciptakan daya pikir yang bermanfaat bagi semua bidang. Kursus ini membuat anak tidak langsung bisa membuat program komputer namun anak akan dikenalkan dan dijelaskan dasarnya terlebih dahulu sehingga tidak memberatkan. Untuk Les yang seperti ini juga sudah mulai banyak bermunculan di Indonesia.

3. Kursus Gambar 3D


Jika sebelumnya les gambar hanya dilakukan di atas kertas dengan berbagai warna dari tinta hingga pensil warna, kini les mengambar menjadi lebih mengasikkan. Apalagi generasi saat ini menjadi generasi yang sangat akrab dengan teknologi. bermodalkan  hanya duduk di depan komputer yang mumpuni mereka sudah bisa menyalurkan hobi serta bakatnya. Tidak bisa dipungkiri jika dunia digital saat ini nantinya akan semakin maju berkembang sehingga dibutuhkan tenaga ahli dibidang tersebut.

Media interaktif  berbentuk gambar bergerak memang menjadi makanan sehari-hari bagi generasi alfa. Jika sedari kecil sang buah hati menyukai bermain game atau menonton video animasi akan sangat menyenangkan jika mereka bisa membuat animasi versinya sendiri. Selain itu, kursus ini juga bisa meningkat kreativitas serta inovatif yang akan dituangkan kedalam karya visual. Apalagi anak-anak memiliki imajinasi yang tidak terbatas.

Tidak hanya itu lembaga pelatihan saat ini juga mengarahkan anak agar memiliki skill mumpuni di bidang ini. Apalagi tenaga pendidiknya sudah memiliki jam terbang tinggi. Jadi bagi para orang tua yang memiliki buah hati yang memiliki minat dibidang 3D, lembaga ini bisa jadi pilihan.

Generasi Alfa memang dianggap memiliki kelebihan dari generasi selanjutnya sehingga Cara Mendidik Anak sejak dini sangat dibutuhkan. Akan tetapi alangkah baiknya jika semua kursus disesuaikan dengan minat, hobi dan bakat pada anak. Kursus-kursus itu tidak akan memiliki hasil besar jika sang anak tidak menikmati setiap kegiatan bahkan melakukan dengan terpaksa.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama